Feeds:
Pos
Komentar

Planet Venus

Planet Venus

Jika bangun sebelum matahari terbit minggu ini, Anda akan mendapatkan kesempatan terakhir untuk melihat Venus sebagai “bintang pagi.” . Venus telah menjadi bintang pagi sejak 27 Maret ketika lewat di antara Bumi dan matahari.

Venus mencapai kecemerlangan maksimum pada 30 April, dan mencapai elongasi barat terbesar – jarak terbesar dari matahari di langit – pada tanggal 5 Juni. Sejak itu perlahan-lahan kecerahan mulai memudar dan tenggelam lebih rendah di langit pagi.

Venus akan terlihat sangat dekat dengan cakrawala saat matahari terbit, dan dalam dua minggu ke depan akan terlalu dekat dengan matahari. Itu akan tepat di belakang matahari, pada 12 Januari 2010 dan muncul kembali dari balik matahari Maret sebagai “bintang malam.”

Continue reading…

Black Hole

Black Hole

Black hole atau lubang hitam di luar angkasa memiliki potensi untuk membangun galaksi sendiri. Hal ini diungkapkan astronom dari European Southern Observatory (ESO).

“Pertanyaan ‘mana lebih dulu? telur atau ayam?’ yang diasosiasikan dengan galaksi dan lubang hitam menjadi subjek yang paling sering diperdebatkan dalam dunia astrofisika saat ini,” kata David Elbaz yang memimpin penelitian ini, seperti dikutip dari TG Daily, Rabu (2/12/2009).

“Hasil studi menguatkan dugaan, lubang hitam raksasa sangat potensial memicu terjadinya formasi gugusan bintang yang kemudian akan membentuk sebuah galaksi. Teori ini juga menjelaskan mengapa galaksi hosting yang lebih besar dari lubang hitam memiliki lebih banyak bintang,” tambahnya.

Continue reading…

Posted by Zaidan

Planet Mars
Planet Mars

Peta baru Mars menunjukkan wilayah utara dan tengah planet itu adalah lembah yang dulu dipenuhi air. Pola bentuk lembah disinyalir di masa lalu adalah permukaan lautan.

Peta detail Mars menunjukkan bahwa sebagian besar bentuk permukaan di utara dan tengah adalah lembah yang dahulu lautan di sepanjang garis ekuator.

Peta komputer tersebut berdasarkan data topografi dari satelit NASA, juga menunjukkan bahwa jaringan di lembah planet merah tersebut dua kali lebih meyakinkan dari perkiraan sebelumnya.

“Lembah tersebut mengalami dehidrasi dan erosi, yakni proses yang sama dengan formasi yang dialami lembah-lembah di bumi,” ujar Professor Geografi di Universitas Illinois Wei Luo.

Continue reading…

Posted by zaidan

Matahari

Matahari

Pesawat ruang angkasa STEREO (Solar Terrestrial Relations Observatory) mengkonfirmasi gambar yang ditangkap kamera pada bulan Februari lalu ketika sunspot 11012 secara tiba-tiba meletup.

Ledakan itu melepaskan miliaran ton awan gas (coronal mass ejection/ CME) ke ruang angkasa dan menimbulkan gelombang panas tsunami sepanjang permukaan Matahari.

STEREO merekam gelombang tersebut dari dua posisi yang berjarak 90 derajat, dan memberikan peneliti yang belum pernah terlihat sebelumnya.

“Itu sudah pasti sebuah gelombang,” kata Spiros Patsourakos dari Universitas George Mason, Virginia yang juga seorang penulis utama di Journal Astrofisika. “Bukan gelombang air, tetapi gelombang raksasa yang terdiri dari plasma dan magnetik panas” ia menambahkan.

Nama teknis untuk gelombang itu adalah “gelombang magnetohydrodynamic” atau disingkat dengan gelombang MHD. Salah satu gelombang yang dilihat STEREO menjulang hingga ketinggian 100 ribu kilometer dengan kecepatan 250 km/detik,dan membawa energi setara dengan 2.400 megaton bahan peledak.

Tsunami Matahari ditemukan di tahun 1997 oleh Solar and Heliospheric Observatory (SOHO). Pada bulan yang sama di tahun itu, CME meledak di daerah permukaan matahari yang aktif, dan SOHO merekam semua itu.

Continue reading…

By Harun Yahya

A Giant Ball of Fire

An enormous ball of fire that split away from the Sun has a temperature of 60,000 degrees and is filled with ionised gas particles. The reactions that take place inside the Sun, which is a giant nuclear reactor, release enormous energy. The slightest deviation that might occur in these reactions, which represent the fundamental source for the survival of human life, would lead to the Sun being extinguished or else exploding within a matter of seconds. The fact that such a danger never arises stems from the way that these processes within the Sun have been regulated with a miraculous sensitivity. When we examine the Sun and the Solar System we encounter an enormous equilibrium. The effect that prevents the planets from spinning off into the frozen wastes of space lies in the equilibrium between the Sun’s gravity and the planets’ centrifugal force. The Sun attracts all the planets with a powerful gravitational force, while thanks to the centrifugal force that stems from the rotation of the planets this gravitational effect is reduced and an immaculate equilibrium is established. Were the planets to revolve just slightly slower, then they would quickly be pulled toward the Sun and swallowed by it with a huge explosion. Yet none of this ever happens, and all the planets continue in their own courses. That is because, as Allah reveals in a verse: “Each one is swimming in a sphere.”(Surah Yasin, 40)

The Glorious Equilibrium in the Sun…

The Sun is a giant nuclear reactor. Inside it, hydrogen atoms are constantly converted into helium, as a result of which light and heat are given off. In order for the light and heat that reach the Earth to be released, four hydrogens have to combine and turn into one helium. Hydrogen, which has one single proton in its nucleus, is the simplest element in the universe. The helium nucleus, on the other hand, has two neutrons and two protons. The process that takes place in the Sun is the appearance of one helium element from a combination of four hydrogens. Enormous energy is released during the course of this process. Nearly all the heat and light that reach the Earth is the result of this nuclear reaction inside the Sun (Harun Yahya, The Creation of the Universe). However, it is impossible for four hydrogen atoms to combine and turn into helium in a single moment. In order for this to happen, a two-stage process is required. First, two hydrogen atoms combine and give rise to an “intermediate formula” with one proton and one neutron. This formula is known as a “deutron.” A helium nucleus subsequently appears when two deutrons combine together.

The Strongest Nuclear Force

We may now ask the real question. What is the force that attaches two separate atomic nuclei together?

Continue reading…

Posted by zaidan

Oleh Donny Andhika
(istimewa)

Dalam beberapa jam ke depan, para pengamat angkasa akan bisa melihat ratusan meteor di angkasa, saat hujan meteor Leonid tahunan mencapai puncak.

Meteor yang terdiri dari debu dan batuan angkasa akan bertabrakan dengan atmosfer bumi. Friksi yang terjadi akan menimbulkan jejak bercahaya di angkasa. Hujan meteor ini dapat terlihat dalam kondisi langit yang cerah.

Hujan meteor Leonid terjadi setiap bumi melewati jejak reruntuhan yang ditinggalkan oleh komet 55P/Tempel-Tuttle, yang biasanya meninggalkan jejak debu angkasa seiring memasuki tata surya setiap 33 tahun.

Bumi akan bertemu dengan aliran meteor ini pada 17 November, pukul 09.00 GMT (16.00 WIB)

Continue reading…

Posted by zaidan

Oleh Donny Andhika
Tata Surya
Tata Surya
(eso)

Pencarian planet di luar tata surya akan sedikit lebih mudah, berkat perbandingan baru dari matahari yang tampak seperti bintang.

Temuan ini telah mengungkapkan perbedaan kunci dalam bintang yang memiliki planet dan memecahkan misteri lama tentang unsur kimiawi matahari kita sendiri.

Misteri matahari berkutat pada kelimpahan unsur litium di dalam matahari. Tidak seperti kebanyakan unsur lain yang lebih ringan dari besi, lithium tidak dihasilkan dalam bintang.

Sebaliknya, diperkirakan bahwa unsur ini dihasilkan setelah Big Bang, 13,7 miliar tahun cahaya yang lalu. Kebanyakan bintang memiliki jumlah lithium yang sama, terkecuali unsur ini telah hancur dalam bintang.

Model evolusi bintang memprediksi bahwa bintang-bintang yang memiliki massa dan umur yang sama dengan matahari mempunyai tingkat lithium yang relative tinggi.

Tetapi para ahli astronomi melihat berbagai tingkat lithium matahari, yang memiliki beberapa kelimpahan lithium, sekitar 10 persen dari jumlah perkiraan untuk alam semesta yang hanya memiliki 1 persen dari kelimpahan primordial..

Continue reading…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.